Bank Sialan dan Otak Bodoh

By priapecundang

Setelah Pulang dari Kapasan untuk menemani teman berbelanja pakaian ( maklum saja, kita-kita orang miskin jadi kalo mau beli pakaian bukan di mall ) tiba-tiba otakku berpikir ( jarang-jarong loh otakku berpikir hehehe ) bagaimana kalo kumatikan saja Kartu ATM di bank BTN karena adanya ATM membuat uangku cepat habis. Segera aku meluncur di BTN sampai-sampai kegiatan sholat rela kumadu karena kupikir tak sampai setengah jam.

Ngomonk-ngomonk sudah setahun ini aku punya tabungan Batara, yang junior sih, soalnya waktu buka rekening aku masih SMA. Aku cuma mengisinya dengan uang Rp1.500.000,- saja hasil diberi oleh ibuku, selanjutnya aku tak pernah menabung, justru uangnya kuambil hehehe.

Kembali ke cerita. Sampai di Bank aku harus menunggu karena petugasnya sedang istirahat. Padahal waktu sudah menunjukan pukul satu. Memank inilah kebiasaan orang indonesia yang suka ngaret, setelah hampir setengah jam barulah pegawai ini kembali kerja. Aku berpikiran positif saja, mungkin masih suasana lebaran.

Setelah antri setengah jam lagi akhirnya ATM-ku resmi dicabut nyawanya oleh malaikat alias petugas bank. Entah hari itu aku kerasukan apa tiba-tiba aku engambil uang 300.000 dari bank kemudian bergegas ke bank BNI untuk membuka rekening baru.

Inilah AKibatnya jika apa-apa selalu dipikir. Kupikir Waktunya tidak lama, kupikir yang antri tidak banyak, kupikir gak pake ambil kartu antrian, dan lagi-lagi kupikir menyenangkan.

Tidak sama sekali! aku harus antre selama 2 jam untuk membuka rekening saja Gila! aku habiskan 3,5 jam cuma di bank saja. Pulank-pulank aku dimarai ibu karena belum bilank kalo aku mau ke bank. Emank dasar Bank sialan dan otakku yang bodoh ini.


Satu Tanggapan ke “Bank Sialan dan Otak Bodoh”

  1. shei Berkata:

    hihihi, sabar mas…
    haha, tapi seru kahn, jadi road to bank, xixixi..
    salam knal…
    mau dunk tukeran link,

    shei

Tinggalkan Balasan